26 Agustus 2019

Nominasi Film

Berikut Nominasi Bojonegoro East Java Film Festival 2019 :

Rank Judul Film Pendaftar Alamat Rumah Sinopsis Film
1. Sebatas Angan Bendo Productions Desa Bendo Kec. Kapas Kab. Bojonegoro Seorang anak Desa yang duduk di bangku kelas enam SD, dan ingin mengejar cita-citanya sebagai penari. Namun mendapatkan larangan dari orang tuanya (Ibu), dan dia berusaha mengapai cita-citanya.
2. Berteman Budaya Rifangga Andhita Rohman Gg.Tamin Rt.03 Rw.01 Ds.Wedi Kec.Kapas Kab.Bojonegoro Hanif seorang pemuda biasa yang menyukai fotografi tentang hal-hal yang mengandung unsur budaya dan sejarah. Suatu hari ia berkunjung ke Bojonegoro untuk mengeksplor daerah tersebut. Tidak sengaja ia bertemu dengan siska seorang gadis yang menyukai seni dan budaya, terutama menari. Dari pertemuan tersebut mereka dapat menggenalkan budaya lebih mudah lewat media sosial untuk menggikuti perkembangan jaman.
3. Pusaka Skarida Team Horizon tegalsari Sebuah benda pusaka yang bisa menghidupkan sesuatu yang telah lama mati. Memberikan kekuatan serta memberikanya roh yang bisa membangkitkan jiwa yang telah lama hilang. Dani penasara akan keberadaan suatu pusaka yang keberadaanya masih dipertanyakan. Mempunyai pengaruh besar terhadap warisan leluhur dan lekat akan kemistisanya. Letak yang tidak biasa membutuhkan nyali yang besar untuk menemukanya. Akankah dani bisa melaluinya untuk mendapatkan pusaka tersebut?
4. Wayang Topeng Jatiduwur AHMAD FATHONI Dsn. Karobelah 3 rt/rw 01/06 Ds. Karobelah Mojoagung Jombang Wayang Topeng Jatiduwur adalah salah satu dari kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Jombang yang kondisinya saat ini bisa dikatakan redup tapi tak mati. Kesenian yang konon lahir pada jaman Majapahit ini berasal dari sebuah kecamatan yang terletak di sebelah selatan sungai brantas.Sebuah desa dipinggir sungai brantas, Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.
5. Jaler Lutfi masduki Dsn. Tugurejo. Desa. Tegalrejo. Kec. Tegalsari. Rt/006/Rw/003. Kab. Banyuwangi Ghani 20 tahun, remaja dengan latar belakang keluarga yang kurang mampu, dia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan feminim, dikarenakan ibu Ghani yang memang dari dulu menginginkan anak perempuan tapi kenyataannya ghani lah yang lahir, dikelahirannya itupun ibu ghani meninggal dikarenakan pendarahan yang hebat, saat ini ghani hidup dengan neneknya. Diumur 20 tahun ini ghani semakin aneh dan kesurupan karena menemukan selendang peninggalan ibunya yang kramat. Lantas apa yang menyebabkan ghani kesurupan? Dan arwah ibu ghani gentayangan?
6. Kacamata Rodat Muhammad Arif Afrizal RT 06 RW 08 Dsn Mojo Desa Kedungsoko Kec Plumpang Kab Tuban Rodat adalah satu bentuk persembahan kesenian yang amat popular di kalangan masyarakat, khususnya di daerah Tuban yaitu tepatnya di Kecamatan Montong. Dalam pengertian bahasa Arab pula, perkataan Rodat membawa maksud berulang-alik, bersahut-sahutan, bersatu kembali atau juga berbalas-balas. Rodat biasanya dipersembahkan di dalam majlis-majlis keramaian seperti perkahwinan, sambut menantu, berkhatan, sambutan tahun baru atau berbagai majlis lain. Persembahan yang ditampilkan pula adalah gabungan di antara nyanyian serta paluan alat musik yang unik disebut Tarian Rodat beserta satu bentuk tarian. Uniknya kesenian Rodat ialah dari segi persembahan,serta diperkuatkan lagi dengan elemen seni berunsurkan Islam dan amat dihormati kerana merakamkan pujian kepada Allah dan kisah sejarah para rasul.
7. UTER TUAC PRODUCTION Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban-Jawa Timur Lintang, anak berusia 14 tahun masih juga belum di khitan karena sang ayah merasa belum dapat mengkhitankan karena belum ada yang bisa membuat Uter, salah satu syarat masyarakat sekitar apabila menggelar hajat, sebab pembuat Uter terakhir di desa tersebut baru saja meninggal dunia. Keluarga Lintang mengalami kebingungan dengan adanya hal tersebut, sehingga ia masih juga belum di khitan.
8. Asung Donga Lesung Andre oktafian Kauman, Bojonegoro. Sebuah upaya masyarakat dalam bergotong royong untuk menjaga kelestarian budaya tradisional lesung. Cerita tentang kesenian tradisional lesung menyatukan semangat Ibu-ibu kelurahan Jetak Bojonegoro. Karena budaya bersifat dinamis,  disini lesung hanyalah sebuah media untuk berinteraksi dan saling guyub rukun antar warga. Kemudian harapan mulai tumbuh untuk kesejahteraan dengan menjaga kelestarian budaya.
9. Nitik Lailatul afifah rt. 001 rw. 012 Dsn. Sidokumpul Kel. Blimbing Kec. Paciran Kab. Lamongan Seorang perempuan yang ingin mencalonkan sebagai Kepala Desa di Desanya. Tetapi sebagai seorang perempuan ia tidak bisa mencalonkan dikarenakan Tradisi yang ada di desanya tidak memperbolehkan seorang perempuan mencalonkan sebagai Kepala Desa. Warga dan Para Sesepuh di Desa itu juga menentang dia, hanya keluarganya saja yang mendukung.
Tidak hanya itu saja Tapi ada Tradisi lain yaitu Tradisi NITIK (Tradisi meminum Toak) yang dilakukan setiap tahun di desa tersebut. dan untuk seorang kepala desa diwajibkan untuk mengikutinya bahkan wajib untuk meminum Toak yang telah disuguhkan oleh Warga. Tetapi bagi seorang perempuan meminum  Toak bukanlah hal yang pantas untuk dilakukan.
Dengan hasil musyawarah para warga, dengan berbagai pertimbang mengenai Pencalonan dan tradisi NITIK di putuskan bahwa perempuan tersebut bisa mencalonkan menjadi Kepala Desa dan mengenai tradisi NITIK tetap di jalankan akan tetapi perempuan tersebut tidak mengikuti acara minum Toak.
10. Unduh Unduh MUHAMMAD MUIZUDDIN JL.Trunojoyo Rt.02 Rw.01 Pandean Ngoro Jombang Seorang Kakek Meminta cucu nya yang merantau untuk pulang merayakan undhuh-undhuh, tapi si cucu masih ada suatu pekerjaan di kantor nya.
11. Waktu Adji Fahrul Rozi Sapan Rt04/02 Desa bojongemas Kecamatan solokan jeruk Kabupaten bandung Waktu suatu objek yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebanding dengan nafas yang tak kenal henti. Detik, menit, jam, berlalu tanpa pernah kita sadari. Sebuah kisah berjudul waktu, mungkin dapat menjadi wakil dari kisah yang tak pernah henti.
12-13. Exposure Terasi CHAHYA SYLVIANITA, S.I.Kom Jl. Serma Abdullah No. 32 Pacul, Bojonegoro, Jawa Timur Berupa program non fiksi kategori feature dengan nama program Exposure. Eksposure sendiri memiliki kepanjangan yaitu Expose, Culture, Nature dengan tagline Explore Your Own Country. Sesuai dengan kepanjangan dari Exposure inilah tema yang diangkat yaitu seputar sosial, budaya lokal dan keindahan alam di Indonesia. Pada episode kali ini, Exposure membahas mengenai ujung timur pulau Madura yaitu Kabupaten Sumenep. Selain itu, memperkenalkan budaya dan keindahan alam di pulau Madura yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
 Salah satu budaya yang kurang ter-expose yaitu budaya yang berada paling ujung timur Pulau Madura. Madura memang terkenal dengan budayanya yang menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Dibalik kekerasannya, ternyata masih banyak hal yang patut diketahui mengenai masyarakat Madura khususnya Kabupaten Sumenep. Salah satunya budaya yang ada di Kabupaten Sumenep seperti karapan sapi, sapi sono atau kontes kecantikan sapi, dan tanean lanjang yang merupakan rumah adat masyarakat Madura.
14. Sejarah Tari Thengul M. NUR ALI ABIDIN Gang Masjid Rt 05 Rw 03 Desa Mayangrejo Kec. Kalitidu Kab. Bojonegoro Tari Thengul adalah tarian tradisional yang terinspirasi dari wayang thengul. Tari ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan jaman. Seperti apa kisahnya? Kapan tari thengul diciptakan dan bagaimana perkembangannya?
15. Ilusi Amin fikri ramadan Kp.Bunder 03/04, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barar 43262 Prasetyo adalah seorang pemuda sederhana dan naif, memiliki cita-cita luhur guna membuktikan kepada dua orang tuanya, bahwa ia bukan lagi anak yang tidak bisa diandalkan. Idealisme itu dijunjung tinggi olehnya, hingga ia bertemu Sabahat seperantauan nya dan melupakan tujuan nya, lalu dibutakan oleh Ilusi duniawi