4 Agustus 2019

Profil

BOJONEGORO EAST JAVA FILM FESTIVAL
“Pesona Budaya Jawa Timur”

LATAR BELAKANG
Film adalah media audio visual yang mempunyai kekuatan luar biasa dalam mempengaruhi audiens, menyajikan representasi atas rekaman realitas. Pun melalui film orang bisa menyalurkan aspirasinya secara kreatif, terbuka dan jujur tentang lingkungannya. Selain itu juga film merupakan karya seni gabungan yang menkonvergensikan seluruh karya seni (teater, musik, lukis, rupa, dan lain-lain) kedalam satu bentuk karya. Energi besar pemuda dapat disalurkan ke dalam media audio visual ini untuk menghasilkan karya-karya dengan muatan pesan positif. Film-film dengan muatan positif ini, jika ditonton akan mempengaruhi penontonnya untuk melakukan tindakan-tindakan positif dalam kesehariannya. Efek yang ditimbulkan yakni efek Snowball (bola salju) yang semakin membesar jika menggelinding terus dan menjadi sebuah gerakan bersama.

Film sebagai salah satu subsektor Industri kreatif yang tengah berkembang dan menjadi salah satu program prioritas nasional, pemerintah melalui Badan Ekonomi Kratif tengah memusatkan perhatian untuk mengembangkan sector film, dengan cara mendukung produksi film-film Indonesia, sebab ternyata kontribusi dari industri film tidak hanya dihitung dari segi jumlah penontonya, tetapi juga produksi film mampu memicu tumbuhnya sector lain. Dalam pembuatan film, terdapat factor pendukung seperti fashion dan tempat wisata di Indonesia yang di gunakan sebagai latar dalam sebuah film. Hal ini kemudian memberikan peningkatan terhadap sektor pariwisata, contohnya peningkatan pendapatan daerah Bangka Belitung yang menjadi latar dari film Laskar Pelangi.

PROFIL ACARA
Bojonegoro East Java Film Festival (BEJaFF) 2019 adalah program yang diselenggarakan dalam rangka untuk menjaring creator-creator muda sekaligus untuk mengali bakan serta menumbuh kembangkan industri film di Jawa Timur khususnya Bojonegoro, dengan begitu diharapkan dapat mengangkat dan memperkenalkan potensi seni budaya, pariwisata, potensi sumber daya alam dan sejarah kearifan lokal.

Bojonegoro East Java Film Festival (BEJaFF) 2019 merupakan rangkaian kegiatan festival film pendek yang bertemakan “Pesona Budaya Jawa Timur” terdiri dari beberapa acara diantaranya :

  1. Kompetisi Film Pendek Tingkat Regional Jawa Timur
  2. Workshop Teknik Pembuatan Film
  3. Nobar Layar Tancap
  4. Pasar Rakyat

MAKSUT DAN TUJUAN
Bojonegoro East Java Film Festival (BEJaFF) 2019 ini adalah untuk mengapresiasi para pembuat film lokal yang telah berkarya dengan mengedepankan kolaborasi di setiap divisi dengan berbagai komunitas kreatif yang nantinya di harapkan akan memunculkan suasana industri kreatif di Bojonegoro. Para filmmaker akan bercerita lewat film baik bersifat Dokumenter maupun Fiksi, beragam solusi, cara pandang dan masalahnya.

TUJUAN

  1. Memperluas Jaringan Nasional dengan menghadirkan pelaku film di Indonesia sebagai Narasumber / pembicara dalam rangakian acara BEJaFF 2019
  2. Membentuk embrio para kreator-kreator film yang mampu menghasilkan karya film yang bermanfaat bagi sesama yang nantinya memunculkan industri film lokal maupun nasional
  3. Sebagai bentuk media literasi (melek media) kepada pelajar dan masyarakat Jawa Timur agar mampu menggunakan media audio visual kearah yang lebih positif
  4. Memberikan ajang untuk menyalurkan aspirasi, kreasi dan imajinasi positif, sebagai pengalih potensi negatif
  5. Mempromosikan Jawa Timur sebagai daerah Tujuan Wisata, Industri dan Pendidikan
  6. Mendorong pembuat film untuk mencintai Jawa Timur dengan cara merespon dan peduli apa yang terjadi dilingkungannya dan di wujudkan dalam bentuk karya film
  7. Promosi film yang berasal dari Jawa Timur untuk Pasar Nasional

SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan Bojonegoro East Java Film Festival (BEJaFF) 2019, adalah para pelaku film, komunitas film, pelajar/mahasiswa, masyarakat umum dari Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur.

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 15 tahun
  2. Pelajar atau mahasiswa yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam wilayah Jawa Timur
  3. Peserta merupakan Tim independent atau berasal dari komunitas tertentu yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam wilayah Jawa Timur
  4. Peserta yang menjadi perwakilan suatu badan/lembaga/pemerintah daerah tertentu yang berada di Kabupaten/Kota dalam wilayah Jawa Timur
  5. Peserta dapat berasal dari SMA/Lembaga/Universitas/Komunitas yang sama maupun dari berbeda yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam wilayah Jawa Timur